Tuesday, January 11

suatu pandangan baru

"Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika ia tidak mampu cegahlah dengan lisannya, dan apabila tidak mampu maka dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemah iman."  (Hadits riwayat Imam Muslim). 


Kalau sebelum ni, hadis ni selalu dikaitkan dengan urgency untuk kita mengubah kemungkaran yang berlaku depan mata kita dengan menyuruh orang untuk meninggalkan perbuatan itu, atau menegur atau andai tidak mampu..tolak dengan hati, tidak meredhai pada perbuatan itu. Itu cara faham yang saya selalu dengar sebelum ni. 


Kadang-kadang pula ada versi  lain, di mana orang kata, ada setengah-setengah orang yang lain, mengambil hadis ini sebagai suatu yang membenarkan diri mereka untuk hanya menolak sesuatu kemungkaran dalam hati, tanpa ada usaha untuk mengelakkan/membanteras kemungkaran itu dari berlaku. 


Tapi kali ni, saya rasa pandangan ini (Kang Zain: Spiritual Sinergi Semesta) menarik. Ia seakan selari dengan kata-kata tegakkan Islam dalam dirimu, ia akan tertegak di muka bumi. Juga selari dengan seruan aslih nafsak waddu' ghairak. Katanya: 


Jika kamu melihat kemungkaran, maka ubahlah dirimu dengan aksi nyata, berilah contoh/uswah kepada mereka tentang kebaikan sejati....

Jika kamu kesulitan berbuat aksi nyata yang sedang mengubah diri kamu, atau aksi nyatamu tidak berefek kepada perubahan di sekitarmu, maka coba ubahlah kata-katamu menjadi lebih baik lagi..lebih positif lagi... dan berdakwalah kepada mereka dengan kata-kata yang baik....

Dan jika kata-kata mu pun belum bisa optimal kamu hadirkan dalam kehidupanmu, atau kata-katamu tidak berefek kepada perubahan mereka, maka yang terpenting kamu ubah hatimu..fokuslah hanya kepada Allah... nah itu lah level awal dari keimanan... yaitu mengubah hati kita..membersihkan hati kita..bertaubat..bebersih...beristighfar....
 


Saya setuju, tapi tidaklah bermaksud saya kata tegur orang yang buat salah tu tak perlu. Ia perlu, ketika perlu. Tapi ada kala tidak muntij, kan? Justeru apa yang boleh kita buat? Yang di ataslah. Memulakan sesuatu dari diri kita. Dalam lingkungan pengaruh dan kemampuan kita. Kita tak mampu mengubah orang lain, melainkan dengan izinNya. 


We can direct the wind but we can adjust our sails


Semuanya perlu bermula dengan diri kitakan? 
Andai kita tahu sesuatu itu salah, walaupun bukan dosa tapi hanya kelalaian, kitalah (sayalah) yang harus lebih dulu meninggalkannya!
Andai kita tahu sesuatu itu dosa, maka kitalah yang wajib membenci dan meninggalkannya lebih dahulu!
Bagaimanan kita hendak hidup dalam kebenaran dan keIslaman yang seluruhnya andai kita pun tidak berusaha ke arah itu dulu, sebelum menyuruh orang lain. 


Talk the walk, not walk the talks! 

No comments:

Post a Comment