Saturday, December 28

Hitungan ALLAH

"Allah menghitung meskipun mereka telah melupakannya"   (Al Mujadillah 58:6)




Allah tahu setiap satu yang kita kerjakan, yang direkod tanpa tertinggal satu pun, malah direkodkan dengan jelas, tersusun, tidak lalai... 


(Malah dalam dua kitab yang berbeza? )

Kalla! Sesungguhnya catatan Al-Fujjar (INDIVIDU/golongan yang derhaka) benar-benar tersimpan dalam SIJJIN. 

Dan tahukah engkau apa itu Sijjin? (Iaitu) kitab yang berisi amal.

(Al-Tatfif 83:7-10)

Kalla! Sesungguhnya catatan Al-Abrar (INDIVIDU/golongan berbakti) benar-benar tersimpan dalam Illiyyin. 

Dan tahukah engkau apa itu Illiyyin? (Iaitu) kitab yang berisi amal.

(Al-Tatfif 83:18-20)

Bertapa spesifiknya Dia, Tuhan Yang Maha Adil dan Maha Mengetahui. 

Kerana kitab-kitab itu pasti menakutkan. Lebih ngeri dari telitinya SV disertation/ Consultant tutor. 

Keputusan gagal/lulus itu adalah keputusan yang kekal. Dan kemuliaan&kebahagiaan atau kehinaan&kesengsaraan yang datang bersama keputusan itu pun sempurna, hebat dan kekal. 

Kehidupan dunia ni tak panjang dan hari viva tu pasti datang. 

Dan diletakkan kitab, lalu engkau akan melihat Al-Mujrimin (orang yang berdosa) merasa ketakutan terhadap apa yang (dituliskan) di dalamnya, dan mereka berkata,

"Bertapa celakanya kami, KITAB APAKAH INI? TIDAK ADA YANG TERTINGGAL, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya".. Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun.

(Al Kahf 18:49)

Golongan manakah kita?
Fujjar ataupun Abrar
Yang melihat ataupun dilihat?

Friday, December 27

Kirakan Barakah


Blessings ataupun Barakah tu, indah. 

Tahu tak? Rasa tak? Pernah tak niat dan doa agar ALLAH betul-betul isi hidup kita dengan barakah? 

Atau apakah perasaan inginkan barakah tu hanyalah sesuatu yang datang dan berlalu pergi macam debu ditiup angin je. Tak berbekas pun keinginan tu di hati dalam-dalam.

Hurm.. ruginya kita kalau macam tu. 

Jom kita faham apa yang ALLAH cuba gambarkan dengan barakah ni supaya lepas ni, obsesi dan keinginan kita untuk mendapatkan barakah tu lebih besar. Dan yang lebih penting, supaya keyakinan kita pada kekuasaan dan kasih sayang ALLAH tu lebih kukuh.  

Dari segi Bahasa Arab, barakah merujuk kepada sesuatu yang tumbuh, bertambah dan meninggi. Dan lebih penting, ia adalah suatu pertambahan yang tiada henti yang akan berlaku sehingga di LUAR JANGKAUAN FIKIRAN KITA. Beyond... our expectation. Beyond our imagination. Bila kita membayangkan sesuatu yang baik yang akan bertambah dan bertambah tanpa henti, kita akan bayangkan sesuatu yang hebat. Amazing. Banyak, yang melimpah ruah. Seakan-akan ALLAH bermain dengan fitrah keinginan manusiawi kita yang sentiasa inginkan sesuatu, tamakkan sesuatu. Dalam masa yang sama, kita juga tahu, sesuatu yang terlalu banyak, terlalu tinggi dan terlalu hebat atau drastik.. keberadaannya kadang-kadang sekejap. Datang dan pergi. Well, is this how we view barakah in our lives at the moment?  Kebaikan yang datang melimpah tapi kejap-kejap je la. 

Dalam dunia Arab, barakah juga merujuk kepada unta yang duduk dan diam tanpa gerak. Still, settled and won't move. Stable. Unta tu besar dan berat, takleh nak angkat dan alih-alih macam kucing yang duduk. Jadi, taking these two into account, ALLAH is telling us that if our life is filled with barakah, it means that we are getting a lot of goodness that is growing, endlessly and permanently which will not leave. It's endless and permanent. It is a lot like.. A LOT! Macam air hujan yang turun kat satu tanah dan menumbuhkan pokok-pokok yang besar yang tumbuh dan tumbuh dan tumbuh dan memberi kebaikan pada sekian kehidupan lain disekeling pokok tu. Sehingga flora dan fauna lain dapat hidup di tanah itu. Sehingga tanah itu mampu menakung air dan menjadi subur lalu mengizinkan kehidupan untuk terus bersinambung di tanah itu. Dengan kehidupan sebegitu, wujudlah pula kenyamanan dan kedamaian yang menyelubungi, mana ALLAH mengizinkan. 


The point is, barakah is something that grows and produces more and more endlessly, permanently and surely. What a wonderful life if our life is filled with barakah. Don't you think so? Therefore, if we think barakah in our life is something that comes and goes, we really need to sit and reflect. Have we done something wrong or have we not got the right attitude. 

What I meant by have done something wrong is to think whether or not we have done something to stop the rain from pouring? 


Apakah kita dah memutuskan sumber barakah itu sehingga menyebabkan hati kita kering dan kehidupan kita menjadi sempit. Tak cukup masa, tak cukup makan, tak cukup teman, tak cukup sokongan dan segala macam lagi tak cukup. 

Mungkin kita tak cukup memulakan kehidupan kita dengan nama ALLAH. Pergantungan dan hubungan kita dengan Dia mungkin on off juga. Kehidupan kita belum lagi dipenuhi dengan usaha memuliakan Dia. Mungkin.

Janji ALLAH, keberkatan itu ada pada namanya. (55:78)

تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ 
Dalam tafsir Ibn Kathir (yang di tahqiqkan oleh Dr Abdullah bin Muhammad) beliau berkata: Ayat ini bermaksud bahawa:

Allah-lah yang memang berhak dibesarkan sehingga tidak boleh didurhakai, 
dan berhak dimuliakan sehingga layang diibadahi, 
serta berhak disyukuri sehingga tidak boleh diingikari, 
dan Dia juga berhak diingati sehingga tidak layak dilupakan. 

Sekiranya pada kita, kita merasakan kita sudah meletakkan ALLAH pada setiap permulaan pekerjaan kita dan istighfar kita tapi kita masih merasakan barakah itu kering. Maka mungkin sikap kitalah yang telah membutakan mata hati kita dari merasai kenyamanan barakah yang sedang melimpahi kehidupan kita dan mereka disekeliling kita. 

Apakah kita merasakan barakah itu harus hadir dalam bentuk yang kita bayangkan? 
Kalau kita banyak baca buku agama, wajar juga untuk kita senang faham buku sekolah. 
Kalau kita mujahadah untuk menegur manusia lain agar menjadi muslim yang baik, maka keberkatan usaha itu kita letakkan pada berubahnya orang tersebut kepada lebih baik dalam masa yang singkat ( which means within the time limit that we think reasonable ). 

Ooooo self, please realize if your really have put tried to do each and everything for the sake of ALLAH and to glorify Him. Please tell yourself, the barakah is there in your life and people around you. It has already started to fill and grow. Be optimistic towards His blessings and feel it with a sound, calm and firm heart. 

He is what you think He is. 

Please, believe. Keep praying and asking for forgiveness. 
Keep glorifying. Keep loving Him. 

Tuesday, December 24

The true grace and blessing

Terjumpa ni dalam 'Bilik'. Tiba-tiba terasa, hurm.. Untunglah orang-orang yg Allah bagi perasan cinta pada keimanan malah merasa indah lagi.. "Dihiaskan iman itu pada hatimu- wa zayyanahu fi qulubikum"


Secara fitrahnya memang kita akan sayang dan hargai apa sahaja yang kita rasa indahkan? Mcm tgk matahari terbenam atau naik ataupun daun-daun gugur musim luruh. It's just amazing. 




Dan Allah lengkapkan perasaan tu dgn perasaan benci pada kekufuran, kefasikan dan kedurhakaan. (All three elements.. disbelief, sins and disobedience..Hurm~) Kind of like saying, believing is not enough, you have to leave what I hate and ordered with obedience.

Then I think, this is such a wonderful, PERFECT feeling that will definitely help that person to FLY high to attain Allah's pleasure. One PERFECT feeling that will keep you a constant winner over your nafs and syaitan.

Indeed Allah says: these are the person who are rightly-guided (Al-Raashidduun)

Oh well, tahu (ilmu) kesukaan Allah dan kemurkaan Allah is just one of the steps to be orang beriman dan beruntung. But to actually adhere to it takes courage, motivation, persistency and perseverance. It is Allah who will make the journey easy.

Going through the ayat over and over again.. I think: Oh dear, what a wonderful blessing if Allah grant us such feeling. Such a great blessing.

Then I read the next ayat, Allah says:

As a grace from Allah, and as a blessing. And Allah is All-Knowing, Alla-Wise.

Then I found myself saying:

Indeed~ The true grace and blessing




Sunday, September 15

The Story of One Full Year

This one is going to be a very long post because there are so many that I wish to write. You are welcomed to read if you wish.

Resitting Fourth Year

By ALLAH's power and plan, I failed my end of fourth year exam last year. As a consequence of this, I have to resit the whole year again. I was shocking but I manage to accept it very well. This was what I thought and felt. Not sure how people perceived my reactions though. The whole resit was a struggle but all praises to ALLAH, I really have learnt a lot and I would say, with redoing everything I managed to learn more. Gain more knowledge. Although it was a pain to resit, I do regards resitting as ALLAH's mercy to allow me to learn more and thus become a better practitioner once I qualified. Alhamdulillah thummalhamdulillah. It was a blessing as much as it was trial.

As I have said, I am thankful for being able to improve my knowledge and to an extent my skills. However, towards the end f the year, I became so scared and worried. Knowing that the exam was going to be my final attempt, I worried that I would not be able to make it. It was so scary but I kept myself motivated with the fact that I did my best and I knew I learnt more through out the year. After sitting the first sequence, I felt relieved. I was not that worried. I have a feeling I was able to pass it. Especially the written examination. So I prayed and lived normally while waiting for the result which would be announced in two weeks time.

I waited. I waited and my friends waited. Everyone was hoping. Hoping that their numbers would not be one the list of having to do the second sequence of exam.

After two weeks...

On the day, after lunch time my friend called me. Saying that she has to do the second sequence for both written examination OSCE. My heart was pounding. I felt nauseous. I make prayers and dzikir hoping to calm myself down. So logged in to university's blackboard and checked the lists. As usual, the number of people who need to do the second sequence was almost 1/5 of the whole year. I passed my written. Alhamdulillah. I was so glad. Unfortunately, as I scanned through the numbers in OSCE list, I found mine. I was shocked. I was worried. My friend was still on the phone. She was.. 'What's my plan?' I was so unexpectedly surprised by the result that I said, ' Let me pray first, I need to calm myself down'. Now, I mean literally now, I could not really described my exact feeling when I get the result. Probably, I was disappointed with the fact that I have to redo OSCE, it is one of my biggest fears. Yes, I was scared. It was OSCE and I had to face this exam for the fourth time. But together with the others, we kept motivating each other that we have to do this. One good friend of mine, contacted me through FB. Asking the result. She was back at her hometown, Sri Lanka that time. Knowing that I have to do the OSCE again she started giving me words of encouragement. She even offered to help me to practice via Skype. I was so touched. I told her that I'll find her if I need help.

One week to practice...

For the first two three days, my friends and I managed to do some practices together. But two days following that, I practised on my own in front of the camera and mirror caused they had to prepare for their written examination.  After they had their written, we continued practising together again. To cut the story short, 

Saturday, February 23

Bila hati rasa rindu

Menanti menanti,
Menginginkan rasa kosong itu diisi,
Tapi apa lagi yang diingini?
Kenapa wahai diri engkau masih mencari,
Dia sudah cukup untuk memenuhi,
Bukankah Dia Ilahi wa Rabbi?

Saturday, February 16

Kerehatan dan Kelalaian

Pintu ditutup. Delia berjalan menuju ke meja tulisnya. Segala yang lain tidak diendahkan. Dia menarik kerusi berkusyen lusuh yang sentiasa setia menemani meja tulisnya. "Alhamdulillah" lega rasa badan saat melabuhkan punggungnya pada kusyen kerusinya. Delia membetulkan duduknya. "Allahu Rabbi..." lafaznya dengan penuh rasa takjub, syukur dan rindu.

Delia takjub pada Rabbnya yang telah memelihara dan menyusun hidupnya. Tiap-tiap saat kehidupan yang dilaluinya benar-benar meninggalkan kesan pada hatinya. Beberapa lama telah berlalu, rasanya mungkin dua atau tiga minggu yang lalu, perasaannya terasa sempit, jiwanya tersiksa. Dia bersedih. Padanya dia menyangka Tuhan Rabbul 'alamin sedang marah kepadanya. Dalam tugasan dan tanggungjawab yang datang bertimpa-timpa minta diselesaikan, dia gagal menunaikan beberapa hak tanggungjawabnya. Mulanya dia menerima itu sebagai kelemahan diri. Tapi semakin lama, Delia semakin teruji. Hatinya dirudung kerisauan dengan tugasan-tugasan yang masih terbengkalai. Dirinya diserang rasa bersalah. Tugasan ini dikejar, tugasan yang lain keciciran. Jadi mana jujurnya aku dalam tugasanku? Semakin difikirkan, semakin kalut fikirannya. Mana tidaknya, tiada usaha yang menyusul. Yang ada hanyalah alasan untuk berehat. Perlu bertenang. Kalau bertenang kemudian berusaha dengan jujur baguslah, malangnya, bertenang disusul lagi dengan bertenang; berehat disusul lagi dengan berehat. 


Dan sungguh kerehatan itu adalah tanda kelalaian. Dia merasakan dirinya sedang disiksa dengan dosa-dosa semalam. Kelalaian-kelalaian semalam. Delia tidak betah dan tidak kuat diuji sebegitu. Merasakan Maha Penyayang sedang murka padanya membuatkan dia tidak keruan. Hari-hari seakan menyesakkan. Manakan tidak, merasakan kekosongan dari ditemani Tuhan Yang Maha Esa, pemberi kekuatan setiap masa; pastilah suatu yang menyeksa jiwa. Dia merasa ingin menangis kerana kekosongan itu. Tapi hatinya..?

Dia semakin rapuh. Dia tahu dia semakin rapuh. Dia tahu itu dari tingkahnya sendiri. Bila masa dia memilih kelalaian atas kelalaian maka dia dia tahu ia tanda iman sedang lemah dan semakin melemah. Bukankah Ar-Rasul sudah menceritakan, iman itu naik dan turun? Naiknya dia kerana amal soleh, lemahnya dia kerana maksiat. Nah, itulah kesannya bermalas-malasan. Bukanlah tidak boleh berehat atau 'bertenang'. Tapi kalau sudah berlebihan, rosaklah iman itu dengan tangan kita sendiri. Sikapnya yang terlalu risaukan tugasan-tugasannya tanpa menguatkan motivasi untuk berusaha menyelesaikannya, memburukkan lagi keadaan hatinya dan semangatnya. Tiada pengharapan yang ikhlas dari lubuk hati yang dipanjatkan agar diberi kekuatan. Delia berdoa sebelum memulakan tugasnya, tetapi beberapa ketika setelah memulakan pekerjaannya, Delia pasti tewas. Ada sahaja tugasan lain yang dicicipkan. Sekali lagi, lalai. Ah, bukan sekali. Berkali-kali. Semuanya saling berkait. Kata orang vicious cyle! Ya! Vicious cycle. Kalau tak diputuskan jaringan itu akan matilah iman, menangis lah hati. Malah Delia dapat menilai hatinya yang sedang sakit. Mungkin sedang mengeras. Bukankah kekhusyukannya dalam doa-doanya makin kurang? Doa-doanya tidak lagi menjadi pemberi semangat dan senjatanya dalam melawan hasutan syaitan terhadap nafsunya. 

Delia bermuhasabah lagi. Dia ingat, "Allah.." "Allah..." "Fa'fu 'anni Ya Rabbi" "Faghfirli ya Rabbi" inilah lafaz yang dia sampaikan saat dia tersedar dari kesalahannya. Sekurang-kurangnya saat itu dia tahu masih ada sebahagian hatinya yang masih hidup, cuma sudah banyak tertidur. Mungkin kerana 'hatinya tidur' lemahlah semangatnya untuk terus kuat mujahadah terhadap bisikan jahiliyyah. Dia risau andai nanti, seruan permohonan ampunnya akan semakin perlahan, perlahan dan akhirnya surut. Dan lagi... dia risau. Malangnya, tetap tiada apa yang hebat yang berlaku. Cumanya, dia cuba ikhlaskan hatinya. Mencari kembali dirinya. "Ya Allah, berikan aku jalan"

"Subhanallah! Walhamdulillah.!"

Semalam Delia bertemu dengan adik-beradik usrahnya. Dia cuba mencari kekuatan. Pengisiannya tafsir. Dia rindu. Rindu pada bicara tafsir. Penghayatan pada pesan-pesan Rabbul Karim. Dan dia mohon agar tadabbur dan perbincangannya nanti akan menyucikan hatinya. Mengembalikan nilai dirinya. Menguatkan semangtanya. 

Wahai orang yang berselimut! Bangunlah (untuk solat) pada waktu malam, kecuali sebahagian yang kecil darinya.. (73:1-2)

Dari situ, Delia mengutip serpihan hati-hatinya. Dia mohon pada Tuhan agar diizinkan untuk dicantum balik serpihan-serpihan itu dengan peringatan-peringatan Al-Quran yang mulia. Dan atas kesedaran dan secebis semangat itu, Delia memanjatkan syukur pada Tuhannya.

"Janganlah ya Tuhan, Engkau uji aku dengan hilangnya iman. Kosongnya hati dari kecintaan padaMu. Sungguh, aku rindu padaMu"

Dan sungguh, iman yaazid wa yanqus; yaazid bil tho'ah, yanqus bil maashiat. Iman bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan, berkurang dengan kemaksiatan. 




***Perkongsian :-
1- Ibadah tidak berkualiti
2- Hati yang tidak khusyuk
3- Berlebihan dalam perkara mubah
4- Tidak menghadiri majlis ilmu
5- Mengalami gejala kesedihan dan kerisauan berlebihan 


## Moga Allah memberi kita kekuatan. 




Saturday, January 19

Of sharing

Sometimes you just have to share the simplest thing that you have learnt and hold on to, that is more meaningful to other people. Much more than you can ever imangine.


Taqwa. Tawassau bilhaq wa bisshobri.

T_T

Wednesday, January 16

Long time no see

Bismillah

It has been a long time since I last visit this site and even write in it. When I look back it has been almost two years since I last write (in here). Few days ago, I get some sort of feeling to visit this page back. As I viewed this, I feel like I wanted to getback into my writing world, but with a new mind setting and I hope this would be a better one and blessed.

So many things that I am digesting at the moment, will write insyaAllah when things have came bit more clear.

Till then, let us pray that Allah will allow some times in our lives for us to do reflection and more wonderfully if He grants us a soul of taqwa that we are self aware every minutes of our lives...

Wasalam.

Sunday, January 13

Dementia dan AQ


Wahai Para Doktor (dan orang lain juga)  ^_^,

Dementia ada dalam Quran tau. *over excited* O.K, baiklah dalam Oxford Handbook pun ada dementia. hehehee. So, let see what Allah wants to tell us when He talks about dementia.

Jom buka Quran! Cuba baca Al-Hajj 22:5. Baca tau, satu-satu: **Plissss**

“Wahai M.A.N.U.S.I.A !! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya kami kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, AGAR KAMI JELASKAN KEPADA KAMU; dan kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan beransur-ansur) kamu sampai kepada usia dewasa dan di antara kamu ada yang diwafatkan DAN (ada pula)  DI ANTARA KAMI YANG DIKEMBALIKAN SAMPAI USIA YANG SANGAT TUA, SEHINGGA DIA TIDAK MENGETAHUI LAGI SESUATU YANG DIKETAHUINYA. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi ini menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah.”

Scientifically we can say, Allah reminds us about the cycle of life, from nothing. I mean like literally from nothing. Kalau dalam buku sains kan life cycle kita mula dari benih-benih tu kan?

Allah ceritalah dalam ayat ni semua tu **Cuma tak de la details macam nama2 pelik Latin dan Greek yang memeningkan tu**. He wants to remind us about how helpless we were before... Mana taknya, dari tak de pape kepada sekarang ada badan, perasaan, kehendak, tenaga, keluarga, rumah (some people rumah besar), duit banyak-banyak (mata bersinar-sinar). Dari mana datang semua ni?  (tengok dalam hati sekarang sebelum kita sama-sama jawab soalan ni) Dari Allah-lah. Mampukah seekor sperm atau sebiji telur ovum mencipta semua ni sendiri? Hish, nak berenang-renang cari ovum pun nak kena ada tenaga, ni kan pulak nak fikir pasal nak cipta hati dan perasaan, nak ada keluarga dan rumah. **Apekah** Masa dalam bentuk sel tu, nak fikir nak makan dan tidur pon tak tahu, ok? Seeeee how helpless we were before.

**Ya ALLAH, sekarang yang tidur sila bangun ok. Jangan sombong-sombong lagi pada Allah!**
*Jom baca lagi!*

Kalau dalam ayat yang Allah cakap pasal dementia ni, Allah mula dari tanah. ni extended discussion sket Allah bagi untuk kita. Kalau dalam buku teks kata dari sperm dan ovum je kan? Allah kate dari tanah. Tanah?

** Fikir. Fikir. Fikir. By (Guided) thinking insyaALLAH we will know ourselves and our Lord**

Weh, penting ni!!! Knowing that we come from tanah is so very much important. Mane taknya. Tanah kot. Keadaan fizikal dan kimia berbeza kot. Macam mana bole transfer jadi manusia pulak. Alahai susah. **Kan orang chemistry dan fizik? Ke chemist dan physicist dah bole explain??** Ok la, saya tatau la advance mana dah ilmu kimia dan fizik, tapi kalau saya orang biasa ni tengok tanah dan manusia, memang tak sama la. Kalau kacau sekali pon tak larut kot. Aduh, betapa hebat la Allah boleh tukar komposisi macam gitu sekali. Siap bagi extra lagi, bukan badan dan kehendak je, tapi hati dan akal sekali hah. Subhanallah hebatnya Allah.

** Tadi cakap pasal dementia kan? Jom tengok lagi apa Allah nak remind kat kita**

One more interesting thing yang Allah nak kita ingat bila kita tengok, jumpa, terfikir atau belajar tentang penyakit nyanyuk ni ialah untuk ingat pasal hari-hari akhir kehidupan dan kematian. Allah kata kesudahan hidup kita, adalah kematian, semua akan mati cuma sebahagian tu merasa nyanyuk dulu sebelum mati dan itu sebahagian dari kekuasaan Allah. Kalau orang yang pernah jumpa penyakit ni, tengok depan mata, kita mesti rasa simpati kan pada orang yang ada penyakit ni. Kita tak nak kan diletakkan dalam keadaan ni. **nauzubillah** Dan Allah lah yang Maha Berkuasa, maka kena lah kita minta dengan Dia. Despite ambil ubat, supplement, menjalani hidup yang sihat dan segalanya usaha yang lain.

Ada satu kawan pernah cerita, dia kenal seorang pak cik ni, dia sakit. Kidney failure, if I get it right. He suffered confusion as a complication of the electrolyte imbalance, he could not recognize his own child. But interestingly, he remembered his hafazan. Ok, apa pulak kena mengena kidney failure dan confusion dengan dementia ni.

Well, cerita ni made me wonder, Allah preserves whatever He wants to preserve and takes back whatever He wants to, but everything will always be the best, should we have a strong faith in Him dan sentiasa bersangka baik pada Allah. Samalah dengan dementia, Allah yang beri kita kekuatan dan bring us through the milestones of development ** ok sekarang masuk sikit paediatrics***, Allah izinkan kita belajar complicated skills dan develop good cognitive functions, in simple words, Allah bagi kita kepandaian dan Dia pasti bole ambil balik atas apa sebab pun:

"...ada pula di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua, sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang diketahuinya..."  

Kenapa kita tak nak dementia? Sebab presentation of the condition is not pleasant right? Tapi Allah dah remind, it is in His power. Kalau Dia dah kata jadi, jadi lah. One important thing He wants us to know and appreciate is, nothing is kekal in this world. Semua nikmat yang dah list (atau tak) kat atas tadi tu semuanya TAK AKAN KEKAL.

** Sekarang cuba tutup mata dan fikir apa yang paling kita sayang atau suka dalam dunia ni, then review balik ke’best’an nikmat tu.. best. Best. Best. Best.  Ok, now cuba fikir then end of it. So that we can appreciate hakikat semua nikmat ni. Boleh tak kita cakap, ‘I love this so and so, soooo much, I wanna bring it with me when I die insyaALLAH’… ya ALLAH, sedar-sedar, nak ada nikmat tu sampai hari esok pon belum tentu. Betul? (Tak yah jawab dengan mulut, jawab dalam hati)**

Knowing dementia, Allah nak kita faham hakikat kehidupan. It operates with His will and will surely end as He wishes. IS THIS ALL??
 There’s one more actually, the best of this. Allah started this ayat with:

“Wahai manusia (Yaa ayyuhannas!)!! Kalau kamu meragukan hari kebangkitan, maka sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah…(hingga akhir ayat)…”

The best of this ayat that ALLAH wants us to know is to be able to decide on one thing. Tentang keimanan kepada hari akhirat dan seterusnya ketundukan dengan penuh perasaan lemah, sayang dan harap pada Allah! Hari akhirat will surely happen. Orang-orang yang terselamat di Akhirat nanti hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan menjaga apa yang Allah dah tunjukkan. Benda lain seperti harta, ijazah, warna kulit, bahasa, kaum dan kasta social adalah tiada nilai ye di akhirat nanti. Allah tak kesah siapa kita, kalau Dato’ pon tak penting. Tak kan dapat fast track pun untuk dihisab nanti.

Allah sangat-sangat tegur sikap manusia kalau suka sangat nak debat pasal apa yang Allah dah janji. Debat sebab nak deny apa yang Allah dah suruh. Nak deny kuasa Allah. Nak deny ketundukan pada kuasa Dia yang Maha Berkuasa!! Atau debat hanya cari alas an supaya boleh cakap kat Allah “Sabaq sat na Allah, nanti saya beriman betul-betul. Sekarang saya ni (dot dot dot)”

Allah remind kat kita:

Sampai bila nak nanti-nanti ni? Dah dah la. Semua yang kau nak kejar tu tak kekal. Mati pun kau tak tahu bila kan. Nak lengah kenapa lagi? Akhirat tu pasti kan…

“Ketahuilah bahawa kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga antara kamu serta berlumba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamanya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah dan keredhaanNya. DAN KEHIDUPAN DUNIA INI TIDAK LAIN HANYALAH KESENANGAN YANG PALSU.  (Al-Hadid 57:20)”
Ada benda yang lebih best yang Aku nak bagi pada kamu…

“Berlumba-lumbalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan Syurga yang luasnya seluasnya langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada ALLAH dan rasulNya. Itulah kurnia Allah yang diberikan kepada sesiapa yang dikehendaki. Dan Allah mempunyai kurnia yang besar.”  (Al-Hadid 57:21)
Kalau aku uji kamu dengan sesuatu, sebab Aku nak kamu ingat balik siapa Aku

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah. .  (Al-Hadid 57:22)
Kalau aku uji kamu dengan sesuatu, Aku nak kamu ingat juga yang semua benda tak kekal. Kalau kamu faham ni, kamu tak kan sedih. Kalau kamu faham ni, kamu tak kan sombong, kamu takkan nak focus kutip harta je!

“Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan ALLAH tidak menyukai setiap orang yang menyombongkan diri. Iaitu orang orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir. Barang siapa berpaling (dari perintah-perintah ALLAH), maka sesungguhnya ALLAH, Dia Maha Kaya, Maha Terpuji ”.  (Al-Hadid 57:23-24)
PS: Okay para doktor, lepas ni kalau hebat pasal penyakit-penyakit kena la hebat juga sebagai hamba yang tunduk pada ALLAH. Dengan dementia ALLAH, dah ajar kita untuk lembut hati dan tunduk beriman pada ALLAH. Lebih banyak penyakit yang kita tahu, harusnya lebih beriman la kita. Peringatan sentiasa di depan mata.

PS: Tapi ALLAH tak tujukan ni untuk doktor je tau. Ayat tu start dengan Wahai manusia! So pengajarannya untuk everyone ye.

Yosh! Lembutkan hati ^_^

PS: Kalau ada yang salah betulkan, hamba orang yang kurang ilmunya.
Wallahua’lam.

2 sahabat dan pokok


kopi pes dari blog: 

kisah dua sahabat dan pokok

2 sahabat ni sejak dua menjak ni selalu gaduh.

baru-baru ni baru juga gaduh sebab si A ni marah si B. (walau padahal tak de la severe pun marahnya, cuma si B terasa..) 

ni nak share cerita perbualan dua sahabat ni. semoga jadi pengajaran buat sahabat-sahabat yang lain. 

A: life has been so challenging this time around
hahahaha
(sometimes i forgot to view it as challenging....)
sampai kadang2 saya rase it is stressfull
optimism hilang dengan acute
xtau la
mutabaah amal dan iman xcukup lagi
tahu x iman y benar tu ALLAH kate mcm ape?

B: ntah 

A: tgk surah ibrahim
ayat 24-25
ALLAH kate mcm pokok
iman saya xmcm pokok y ALLAH ckp tu
sbb tu buah dia masam
rendang dia x dpat jd teduhan utk orang
hahaha
kan kita belajar kalau pokok tu
makin luas akar dia menjalar dalam tanah tu
makin luas dahan dia menjulang kt langit kan?
so makin banyak la kawsan bumi y dia teduhkan kan?
tapi iman saya belum mcm tu lg
ciput je y jd teduhan
cukup utk teduhkan diri sendiri je
buah pulak masam
sampaikan org sekeliling
yang singgah dan makan rasa pahit
huhuhuh
kurangnya saya dalam akhlak saya
kan awak sayang...
maaf la sebb dpt kawan macam saya
saya da cuba nak baiki diri saya
tapi makin saya cuba makin susah
saya tunggu bila ALLAH nak mudahkan
atau sebenarnya ni jalan yang akan bantu saya membesar jadi pokok yang hebat tu
ntah la
saya konfius
cuma kadang-kadang saya harap mereka y singgah sekitar saya akan tolong kutis cabang yang rosak kat pokok saya supaya bole tumbuh dahan baru yang cantik
tapi sayang bukan semua orang sudi nak kutis cabang yang buruk tu
huhuhu
tapi ramai juga yang dari jauh tengok dan banding-bandingkan rupa pokok saya dengan pokok yang lain
akhirnya yang buruk tetap kat situ
malah yang menengok tu tak sudi dah nak berteduh dekat dengan pokok tu
ALLAHuakbar
bilalah pokok saya nak besar dengan sihat
:)
huhuhu
nanti awak  tolong kutis dahan buruk ye bila awak singgah kat pokok saya ye
kalau nampak ada cacing lagi la kena buang
tau..

B: aik,mn blh,cacing tu suburkn tanah

A: jangan jadi orang yang rasa buah yang pahit tu dan telan pahit tu pastu xnak datang da
pastu benci pokok saya sampai xnak singgah da
pokok saya muda lagi
dia nak orang tolong jaga juga
lagi ramai jaga lagi cepat tumbuh
huhuhuhu
bye awak 
buat lawak pulak
buuuu

B: aaaaaaaa
sgguh sastera ayt awak

A: da lame saya x mnulis :)

B: saya nk buat ayt sastera gk la

A: nak nanges

B:pokok sy pn br nk tumbuh
kejap layu
kejap segar

A: aik...jgn la wat lg kronik dr sy

B: bl segar dan mintk disirami
xde org yg nk siram
yg dtg siram hanya beberapa org jek

A:pandai

B: tp baja yg sy mintk,xde sape pn sudi nk bg

A: baru je nak ckp y tu

B: mgkin org tu nmpk pokok sy xde harapan untk tumbuh,so bg dia,xpe la if saya tidak dilayani
mgkin sy blh diganti dgn bnda yg br
sedey bl org xbelai kite
wlupn jarang berborak or bersua muke
tp pengalaman pertama bersama still segar kt hati
tp bl beberapa kali permintaan xdilayani
mula la pokok sy jd layu balik
kdg2 da mencecah bumi
tp ntah la dr mn dtgnye kekuatan
sbb tu sy sgt ingin nk th
ada ke bisikan kebaikkn
supaya sy blh lwan bisikn kejahatan
ehm,skrg pn hanya beberapa jek yg sudi nk menemani
hahahaha

jika diibaratkn cacing itu sebagai musuh
mg sgt byk sy dikelilingi oleh golongan cacing
tp kdg2 cacing tu buat saya hepi sbb dia gemburkn tanah disekeliling sy
tp bl tanah sy gembur
sy mula hilang arah
kembali la sy dlm keadaan gelap
seperti layunye daun tanpa kehadiran matahari
sgt terseksa bl xde matahari
gelap jek suasana
bisikn jahat pn mula la menyusup masuk
cacing2 td mn la th ada bisikn jahat nk kacau sy
yg dorg th,dorg nk amik kesempatan pada ms yg sm dorg rs dorg da bg kebaikkn pada saya dgn menggemburkn tanah sekeliling sy
tp dorg xth
sy still kecik lg
sy xperlukn tanah yg gembur
sy lebih memerlukn matahari air dan baja
tp,bukan la nk slhkn si cacing
mg ada functionnye disitu
tp sy penah msuk sekolah
apa yg tumbuhan perlukn untk hidup??
tanah,air dan matahari
cacing xth apa yg si pokok kecil seperti sy perlukn
yg mereka th,mereka hanya nk bermain,dan bersuka ria disekitar sy
blh la gk kdg2 si cacing menumpang teduh
tp si cacing itu cukup kecik
berbanding dgn manusia
so bygkn la pokok sy dan pokok yg lain
sy hanya blh meneduhkn si cacing,yg lain blh meneduhkn manusia
kdg2 si pokok kecil gembira sbb dpt teduhkn si cacing
tp dia rs xhepi gk sbb kdg2 cacing gigit daun dia
or berak kt tepi dia


pengajarannya: 

semua manusia buat / akan buat salah. semua ada salahnya. saling la tegur menegur dan berkasih sayanglah deminya. yakinlah pada sahabatmu. dan benarkanlah niatmu dalam bersahabat. ingatlah dan impikanlah pertemuan indah di syurga kelak sebagai sahabat juga kembali. 


semoga kita bersama tidak tergolong dalam golongan orang yang rugi dan saling bermusuhan di akhirat kelak sedang kita di dunia kelihatannya sangat rapat dan dekat . 

Apakah mereka hanya menunggu sahaja kedatangan hari kiamat yang datang kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyedari? 

Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertaqwa. 

(Az-Zukhruf 43:66-67)

Mistiknya Ukhuwah


kisah persaudaraan dan persahabatan antara Rasulullah dan Abu Bakr best sgt kan? saya rasa, ia menjadi outline kpd siapa shj manusia yang mencintakan dan dambakan ukhuwahfillah...

saat org lain tidak memahami maksud kata-kata Rasulullah, Abu Bakr sudah mengerti pilihan Rasulullah. Tangisannya membuktikan. Pelikkan. Orang lain tak faham pun lagi. Mungkin perlukan penjelasan. Tapi, Abu Bakr sudah memahami. 

 “Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan pilihan kepada hamba-Nya antara dunia dan apa yang dimiliki disisi-Nya, maka Allah memilih hamba itu apa yang dimiliki”, maka saat itu Abu bakar terperanjat dan menangis sehingga Rasulullah pun ikut menangis...

macam mana boleh jadi macam ni? kenapa hanya melalui kata-kata yang mendalam begini, Abu Bakr sudah boleh mengetahui pilihan Sang Rasul bahawa Baginda memilhi bertemu Tuhannya. sedang kita, kalau berbasa basi dengan teman-teman, apa yang akan jadi ialah sama ada dia tak faham, salah faham ataupun tak perasan langsung bahawa kita sedang cuba untuk menyampaikan sesuatu (cuma tak mampu melafazkan dalam kata-kata yang jelas)

bila saya fikirkan balik, logik. sangat logik untuk Abu Bakr sangat memahami Rasulullah.

1. dia mempercayai Rasulullah sepenuh hatinya, sebagaimana Khadijah mempercayai Rasulullah. padahal saat itu yang lain meragui kerasulan Baginda.

“Sesungguhnya orang yang pertama kali beriman dengan hartanya dan erat persahabatannya adalah Abu Bakar, sekiranya saya boleh mengambil seseorang untuk dijadikan kekasih maka saya akan memilih Abu Bakar, namun dia adalah akhi (saudaraku) dan sahabatku”.

2. saat bersama Rasulullah, yang difikirkan ialah Rasulullah. bukan dia. sedang kita dalam berteman yang difikirkan kebanyakan masa mungkin adalah "aku, dia, dia dan aku...aku, aku, aku...." ...

Jika kita membaca sirah beliau saat berhijrah bersama Rasulullah saw, kadang beliau berjalan di depan Rasul, kadang berjalan di belakangnya, kadang di samping kanan dan kadang pula di samping kirinya… Saat ditanya tentang prilakunya yang aneh, Abu Bakar berkata kepada Rasulullah : jika saya lihat tidak ada yang ingin menghadangmu maka saya berada di belakangmu, namun jika saya lihat ada yang ingin menghadangmu, maka saya berada di hadapanmu, aku korbankan ibuku dan bapakku karena engkau wahai Rasulullah”.

cintanya pada Baginda sehinggakan nyawa juga sanggup dikorbankan

saat berada di Gua Hira beliau rela mengorbankan dirinya untuk melindungi Rasul; yaitu saat tangannya dipatok binatang berbisa, karena memasukkan tangannya ke dalam lubang batu yang gelap; khawatir ada binatang berbisa yang keluar dari lubang tersebut dan mencelakai Rasulullah saw

kalau kita, keegoan pun masih dipertahankan. inikan pula nyawa yang nak diketengahkan untuk orang yang tiada pertalian darah. keegoan sebenarnya racun dalam hubungan, itupun kita masih pertahankan... bagaimana lagi kita nak mengecap manisnya ukhuwah demi ALLAH? 


3. saya merasakan beliau sudah banyak berbicara dengan Rasulullah. BERGAUL DENGAN TULUS. hati mereka sudah ALLAH ikatan dengan ikatan yang benar. mereka sudah buktikan pada ALLAH mereka layak untuk merasa kemanisan ukhuwah tu. KEPERCAYAAN YANG MEREKA BINA BERSAMA sepanjang membina ukhuwah fillah membuatkan mereka tahu setiap tingkah setiap orang itu benar. Mereka TAHU AKHLAK SATU SAMA LAIN, sehinggakan fitnah tak mampu menggoyahkan persaudaraan itu sewenang-wenangnya.

4. cinta mereka sama. Ghayah (tujuan) mereka sama. ALLAH.  Maka mereka memahami kehendak dan keinginan satu sama lain. CINTA PADA ALLAH. Menegur mana yang salah. Berusaha untuk mengenal dan mencintai ALLAH bersama.

***

bagi ramai manusia yang menyatakan bahawa persahabatan mereka itu ukhuwah fillah tapi masih pening kenapa tidak merasakan kemanisannya. fikirkan balik kenapa. ukhuwah bukan benda mistik. ia suatu yang harus diperjuangkan kerana ia hadiah agung dari ALLAH. dan perlukan hati yang mencintai ALLAH dengan tulus. kerana asas ukhuwah itu sendiri adalah akidah. 


Andai kita menutup ruang membina persaudaraan demi ALLAH, janganlah kita mendakwa ukhuwah fillah itu pahit kerana kita tidak memberi ruang untuk kepahitan itu menjadi manis. Kalau nak minum kopi yang best pun kena hancurkan, bancuh dan letak gula/creamer. Kalau kopi sebiji macam tu, pahit je juga.

Andai kita tak pernah cuba buka hati kita untuk menanam benih ukhuwah itu, janganlah kita mendakwa ia menyakitkan. Kalau pokok, benihnya kita tak tanam, durinya pun kita tak dapat nak rasa, inikan pula nak hayati keindahan mekarnya bunga.

membina ukhuwah itu satu proses. ianya kemanisan dari pokok iman.

Sahabat memang boleh jadi saudara. Kerana ALLAH menjanjikan ukhuwah itu andai asasya akidah.




Muslims as brothers


* An email from a sister:

Salam'alaikum wbt

In the Name of Allah, the Merciful, the Compassionate. 

Ibn ‘Umar r.a reported that Rasulullah SAW said: “The Muslim is the brother of the Muslim. He should not wrong him or surrender him to his enemy or leave him to perish unsupported. Allah will take care of the needs of anyone who takes care of the needs of his brother. On the Day of Rising, Allah will dispel the anxiety of anyone who dispels the anxiety of another Muslim. On the Day of Rising, Allah will veil anyone who veils another Muslim.” (Narrated by Bukhari and Muslim)

Abu Hurayrah r.a reported that Rasulullah SAW said: “Beware of opinion. Opinion is the falsest kind of speech. Do not spy or pry. Do not be rivals or envy one another. Do not hate one another or show enmity to one another. Do not turn your backs on one another. Slaves of Allah, be as brothers!” (Narrated by Muslim)

Anas ibn Malik r.a reported that Rasulullah SAW said: “When I ascended through the heavens, I passed by some people holding copper nails with which they were gouging their faces and chests. I said, “Who are these, Jibril?” He said, “Those are the people who consumed people’s flesh (by back-biting and tale bearing) and attacked their honour.” (Narrated by Abu Dawud)

Abu Barzah al-Aslami r.a reported that Rasulullah SAW said: “O company of those who express belief with their tongues when belief has not entered their hearts! Do not slander the Muslims! Do not seek out their faults! If anyone seek out their faults, Allah, the Mighty and Majestic, will seek out his faults and anyone whose faults Allah seeks out will be disgraced and humiliated in his own house.” (Narrated by Abu Dawud)

Jabir ibn ‘Abdullah and Abu Talhah Zayd ibn Sahl al-Ansari r.anhum reported that Rasulullah SAW said: “No man forsakes a Muslim in a place in which his respect is defamed and his honour disparaged without Allah, the Mighty and Majestic, forsaking him in a place where he desires His help. No man helps a Muslim in a place in which his honour is disparaged and his respect defamed without Allah, the Mighty and Majestic, helping him in a place where he desires His help.” (Narrated by Abu Dawud)

Nafi’, may Allah have mercy on him, said that one day ‘Abdullah ibn ‘Umar r.a looked at the House (Ka’ba) and said, “How immense you are and how immense your sanctity is, but the sanctity of the believer is greater in the sight of Allah than yours.”(Narrated by Tirmidhi)

Allahu a'lam.

Reference: Tahdhib al-Akhlaq, Sayyed ‘Abdu’l-Hayy al-Hasani. Chapter: Respect for the Sanctity of Muslims

Jzkkk


"Janganlah kamu menghina satu dosa yang kecil, kerana sesungguhnya gunung-ganang berasal daripada batu kelikir." (Petikan syair oleh Ibnu al-Mu’taz)