Wednesday, May 19

Teruskan sambil beristighfar!

Teruskan sambil beristighfar!

MasyaALLAH indah benar kata ini
Jalinan kata yang menggariskan bagaimana riya' , ujub dan takbur dapat ditangani
Riya' , ujub dan takbur benar-benar penyakit jiwa yang  mengotori hati
Benar-benar mengotori hinggakan kadang-kadang diri sendiri membencinya
Benci pada hakikat hati yang mudah tertipu pada bisikan syaitan
Benci pada hakikat aku juga tertipu pada makhluk yang pertama yang mencetuskan murka Ilahi di langit syurga

Subhanallah
Subhanallah
Subhanallah

Tatkala sukar benar menyelami hati sendiri
Apakan lagi hati yang tersembunyi jauh dalam jiwa insan yang lain

Subhanallah
Subhanallah
Subhanallah

Kata-kata ini sangat menyentuh jiwa

Teruskan sambil beristighfar!

Ada pengajaran dan latihan pada jalinan dan ucapannya, kerana...
Dengan meneruskan suatu tindakan yang baik yang diniatkan pada ALLAH
Tatkala hati diketuk perasaan kurang senang pada kehadiran sifat mazmumah
Tatkala kerisauan memuncak pada mungkinnya bertapak sifat mazmumah
Hal itulah yang menguji kuatnya iman tatkala menentang hasutan syaitan

InsyaALLAH istighfar itu mendekatkan diri padaNya justeru menjauhkan si durjana dari mengetuk-ngetuk pintu hati
InsyaALLAH istighfar itu meningkatkan kebergantungan padaNya tatkala jiwa lemah pada kebiasaan untuk membangga diri
InsyaALLAH istighfar itu menenangkan jiwa tanda jiwa itu mengingati ALLAH dan itu benar janjiNya bahawa hati-hati yang mengingatiNya pasti akan berasa tenang

Malah ALLAH pernah berfirman dalam kalamNya

Dan jika syaitan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada ALLAH. Sungguh dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayangi fikiran-fikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada ALLAH, ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (Al-A'raf 7: 200-201)

MasyaALLAH
Subhanallah
MasyaALLAH
Subhanallah

Benar kejahilan itu perlu diatasi dengan suatu bentuk seni dan inilah antara seni tangkisan muslim
Seni tangkisan jiwa yang sentiasa ingin mentarbiah dirinya, hatinya dan imannya
Dan benar seni ini, istighfar berterusan dalam segala hal dalam kehidupan akan membantu membina jalinan iman yang teguh terhadapNya
Yang penting benarkan hakikat kenapa hati tidak ingin pada riak, ujub dan takbur
Benarkan ia
Benarkan
Bahawa segalanya hanya kerana ALLAH Yang Satu, Yang Esa

Subhanallah

Rasulullah sendiri menunjukkan kepada kita bahawa, hubungan dengan Allah adalah perisai ampuh menutup lubang-lubang riya’. Teruskan, dan beristighfarlah. Bukannya berhenti. Berhenti kerana apa? Adakah kerana Allah kita berhenti? Atau sebenarnya lebih kepada “Agar manusia tak nampak aku riya’, ‘ujub dan takabbur?”
**********************************************************************
Keburukan riya', ujub dan takbur:

Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan menimpa kamu sekalian ialah syirik yang paling kecil. Mereka bertanya: Apakah itu syirik yang paling kecil ya Rasulullah? Beliau menjawab: Riya! Allah berfirman pada hari kiyamat, ketika memberikan pahala terhadap manusia sesuai perbuatan-perbuatannya: Pergilah kamu sekalian kepada orang-orang yang kamu pamerkan perilaku amal kamu di dunia. Maka nantikanlah apakah kamu menerima balasan dari mereka itu. Hadith Riwayat Ahmad.
 
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” Surah Al-Ma’un ayat 6-7.
 
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, Kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” Surah Al-Baqarah ayat 264.

Imam Syafi’i rohimahumulloh berkata : Baransgsiapa yang mengangkat-angkat diri secara berlebihan, niscaya Allah akan menjatuhkan martabatnya

“Orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya, dengan santai dapat diusirnya hanya dengan mengibaskan tangan. Adapun seorang mukmin melihat dosa-dosanya bagaikan duduk di bawah kaki gunung yang siap menimpanya” Hadith Riwayat Bukhari.

Ketika seorang lelaki berjalan dengan mengenakan pakaian yang necis, rambut tersisir rapi sehingga ia takjub pada dirinya sendiri, seketika Allah membenamkannya hingga ia terpuruk ke dasar bumi sampai hari kiamatHadith Riwayat Bukhari

“Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanyaperbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”. Al-Qasas ayat 76.

Dan ingatlah ketika kami berfirman kepada malaikat,Tunduklah beri hormat kepada Nabi Adam, Lalu mereka sekalianya tunduk memberi hormat melainkan iblis ia enggan dan takabbur dan menjadilah ia dari golongan yang kafir. Al-Baqarah ayat 34.

(Petikan dan inspirasi dari Langit Ilahi)

No comments:

Post a Comment